Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Medang Gatal (Schima wallichii (DC.) Korth.) Menggunakan Metode MTT Assay terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7

Penulis

  • Indri Meirista Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Mukhlis Sanuddin Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
  • Dhea Adriyani Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

DOI:

https://doi.org/10.54445/pharmademica.v6i1.148

Kata Kunci:

Schima wallichii, MTT Assay, LC-MS, sitotoksik, MCF-7, IC₅₀

Abstrak

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di dunia. Upaya pencarian agen antikanker dari bahan alam terus dikembangkan karena memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan kemoterapi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak etanol daun Medang gatal (Schima wallichii DC. Korth) terhadap sel kanker payudara MCF-7 secara in vitro menggunakan metode MTT Assay. Simplisia diperoleh dari daun segar yang dikeringkan, dihaluskan, dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, menghasilkan rendemen sebesar 23,9%. Identifikasi senyawa menggunakan LC-MS menunjukkan adanya senyawa bioaktif seperti kaempferol, tangeretin, naringenin, carnosic acid, dan kaempferol-3-O-rhamnoside yang diketahui memiliki potensi antikanker. Uji sitotoksik dilakukan pada konsentrasi 1000; 500; 250; 125; dan 62,5 µg/mL. Hasil menunjukkan penurunan viabilitas sel secara signifikan seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Analisis regresi linier menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 403 µg/mL, yang tergolong toksisitas sedang menurut kriteria National Cancer Institute (NCI). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Medang gatal memiliki potensi sebagai kandidat bahan alam untuk pengembangan obat antikanker, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk isolasi senyawa aktif dan uji in vivo.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Aisyah, N., Putri, R., & Hidayat, A. (2020). Potensi bahan alam sebagai agen antikanker: Review literatur terkini. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(2), 55–62. https://doi.org/10.22146/jffi.2020.91245

Chen, L., Wang, X., & Zhang, Y. (2024). Carnosic acid: Mechanisms and therapeutic potential against cancer progression. Frontiers in Pharmacology, 15, 1342159. https://doi.org/10.3389/fphar.2024.1342159

Choi, J., Lee, H., & Kim, D. (2020). Naringenin induces apoptosis and inhibits angiogenesis in breast cancer cells via modulation of caspase and Tie2 pathways. Molecules, 25(18), 4211. https://doi.org/10.3390/molecules25184211

Ghasemi, F., Shafiee, M., & Faghihzadeh, F. (2021). Optimization of MTT assay for cytotoxicity evaluation of natural extracts in cancer cells. BMC Cancer Research Journal, 21(1), 87. https://doi.org/10.1186/s12885-021-08067-5

Hajar, S. (2017). Efektivitas metode maserasi terhadap hasil ekstrak daun herbal Indonesia. Jurnal Sains dan Kesehatan Indonesia, 2(3), 145–152. https://doi.org/10.22435/jsk.v2i3.2017.145

Novita, D., Rahmadani, A., & Yusuf, F. (2020). Patogenesis dan mekanisme proliferasi sel kanker: Kajian molekuler terkini. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 11(4), 255–262. https://doi.org/10.20885/jkki.vol11.iss4.art8

Rachutami, M., Santoso, P., & Lestari, N. (2022). Pendekatan terapeutik modern pada pengobatan kanker payudara. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 5(1), 34–41. https://doi.org/10.31983/ijcp.v5i1.2022

Rahmah, L. (2021). Uji aktivitas sitotoksik ekstrak kulit akar mangrove kedabu (Sonneratia ovata B.) terhadap sel kanker payudara MCF-7. Jurnal Sains dan Terapan Kimia, 15(2), 189–197. https://doi.org/10.20473/jstkim.v15i2.2021.189

Rosa, R., Dwi, A., & Nurhayati, S. (2021). Kaempferol-3-O-rhamnoside induces apoptosis in MCF-7 cells via caspase and PARP activation. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 22(4), 1169–1176. https://doi.org/10.31557/APJCP.2021.22.4.1169

Sariyanto, T. (2024). Efek samping dan resistensi obat pada terapi kemoterapi kanker payudara. Jurnal Onkologi Indonesia, 9(1), 11–20. https://doi.org/10.32734/join.v9i1.2024

Sasangka, D., & Estuningtyas, A. (2023). Epidemiologi kanker payudara di Indonesia: Analisis data Global Cancer Observatory 2020. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 33(2), 102–110. https://doi.org/10.22435/mpk.v33i2.2023.102

Savitri, A., & Halimatushadyah, R. (2024). Global burden and prevention strategies of breast cancer in women: An overview. International Journal of Women’s Health, 16, 55–63. https://doi.org/10.2147/IJWH.S145123

Setiawan, F., Rahayu, T., & Lestari, P. (2021). Aktivitas sitotoksik ekstrak etanol kulit apel hijau (Pyrus malus L.) terhadap sel kanker payudara MCF-7. Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia, 8(3), 210–216. https://doi.org/10.25077/jfsi.v8i3.2021

Suparna, E., & Sari, M. (2022). Kanker payudara: Patofisiologi, diagnosis, dan strategi terapi.

Jurnal Kedokteran Trisakti, 41(1), 23–30. https://doi.org/10.25105/jkt.v41i1.2022 Winanta, A., & Sari, T. (2023). Aktivitas sitotoksik ekstrak etil asetat daun tin (Ficus carica L.)

terhadap sel kanker payudara MCF-7. Jurnal Fitokimia dan Farmakologi Indonesia, 4(2), 89–96. https://doi.org/10.29303/jffi.v4i2.2023

Wendersteyt, J., Park, M., & Kim, H. (2021). Solvent polarity and extraction efficiency in herbal flavonoid isolation. Pharmacognosy Journal, 13(1), 55–63. https://doi.org/10.5530/pj.2021.13.1.55

Xu, J., Zhao, L., & Lin, Q. (2025). Tangeretin suppresses tumor metastasis via JAK/STAT and caspase signaling modulation. Biomedicine & Pharmacotherapy, 176, 116774. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2025.116774

Zhang, X. (2020). MTT assay and IC₅₀ determination in cytotoxicity testing. Methods in Molecular Biology, 2118, 237–245. https://doi.org/10.1007/978-1-0716-0301-7_18

Unduhan

Diterbitkan

22-09-2026

Cara Mengutip

Meirista, I., Sanuddin, M., & Adriyani, D. (2026). Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Medang Gatal (Schima wallichii (DC.) Korth.) Menggunakan Metode MTT Assay terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7. PHARMADEMICA : Jurnal Kefarmasian Dan Gizi, 6(1), 134–145. https://doi.org/10.54445/pharmademica.v6i1.148