Analisis Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja di Daerah Perkotaan: Studi di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta

Penulis

  • Wilda Yunieswati Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Anisa Sekar Widhi Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Rosyanne Kushargina Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Almira Nuraelah Program Studi Gizi, Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Universitas Sahid, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54445/pharmademica.v5i2.98

Abstrak View:

3

PDF downloads:

0

Kata Kunci:

Penyakit Tidak Menular, Diabetes Melitus, Asam Urat, Remaja, Perkotaan

Abstrak

Semua kelompok umur, termasuk anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia, berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM). Salah satu tempat di mana penyakit tidak menular mungkin menjadi lebih umum adalah daerah perkotaan. Perubahan gaya hidup perkotaan dapat berkontribusi pada meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular. Penelitian dasar diperlukan untuk memahami gambaran penyakit menular dan faktor risiko terkait, khususnya di daerah perkotaan, karena meningkatnya jumlah kasus PTM diprediksi akan meningkatkan biaya bagi pemerintah dan masyarakat. Pendekatan penelitian potong lintang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta. Delapan puluh satu orang dipilih sebagai sampel menggunakan seleksi acak sederhana. Berat badan, tinggi badan, kadar gula darah, dan kadar asam urat yang diukur secara langsung merupakan contoh data primer. Sementara itu, kuesioner dan teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang karakteristik responden, riwayat medis, dan faktor risiko. Mayoritas responden melaporkan kadar asam urat normal (95,1%) dan kadar gula darah sewaktu normal (93,8%). Status gizi, rutinitas sarapan, kebiasaan makan, kebiasaan merokok, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta aktivitas fisik merupakan faktor risiko penyakit tidak menular. Diabetes melitus tipe 2 dan asam urat adalah penyakit tidak menular yang diteliti dalam studi ini; uji chi-square menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara penyakit menular dan variabel risikonya pada peserta.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alexander Halim Santoso, Marcella E. Rumawas, David Limanan, & Freddy Ciptono. (2023). Penapisan Hiperuresemia dan Obesitas Pada Remaja di Jakarta Barat. KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 3(2), 121–128. https://doi.org/10.55606/kreatif.v3i2.1522

Banda, V. A., Ahmad, A., Wati, E., Pegu, K., Dodja, P., Patmawati, T. A., & Kupang, P. K. (2024). Gaya Hidup Remaja terhadap Penyakit Tidak Menular: Literatur Review. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(2), 66–73. https://doi.org/10.62017/jkmi

Gita, A., Khoirunnisa, A., Fadhila Haerudin, F., Millea Kusumaputri, G., Setya Widayanti, I., Naufal Putra Abadi, M., Fatikha Kusumaningtyas, R., Luthfia Aila, S., & Ratna Noer, E. (2023). Program “Geulis Pisan” Untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang dan Memperbaiki Persepsi Citra Tubuh Remaja Putri SMPN 88 Jakarta. Jurnal Proactive, 2(1), 1–8.

Harun, I., Riyadi, H., Briawan, D., & Khomsan, A. (2021). Latihan Berjalan Kaki terhadap Perbaikan Profil Lipid pada Wanita Dewasa Kelebihan Berat Badan. Amerta Nutrition, 5(1), 91–97. https://doi.org/10.20473/amnt.v5.i1.2021

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018a). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018b). Laporan Provinsi DKI Jakarta: Riskesdas 2018. In Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas/

Kumara, K. D. M., & Putra, I. W. G. A. E. P. (2022). Pola Makan, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi Siswa SMA Negeri 1 Singaraja di Masa Pandemi Covid-19. Archive Community Healt, 9(1), 97–113.

Lestari, N. K. Y., & Laksmi, I. G. A. P. S. (2020). Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 266–274. www.stikes-khkediri.ac.id

Misbah, S. R., Tahir, R., & Sulupadang, P. (2023). Aplikasi e-PTM sebagai Media Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Remaja. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(3), e1143. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i3.1143

Mulalinda, O. C. (2014). PREVALENSI HIPERURISEMIA PADA REMAJA OBESE DI SMA KRISTEN TUMOU TOU KOTA BITUNG 1. In Jurnal e-Biomedik (eBM) (Vol. 2, Number 2).

Munziah, N., & Bakri, S. (2021). Hubungan Kebiasaan Makan dan Riwayat Keluarga dengan Kadar Asam Urat Pada Penderita Hiperurisemia. Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA), 4(2), 91–99. http://ojs.serambimekkah.ac.id/index.php/makma

Nuraisyah, F., Ruliyandari, R., & Matahari, R. (2021). Riwayat Keluarga Diabetes Tipe II dengan Kadar Gula Darah. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 16(2), 253–259. https://doi.org/10.31101/jkk.1356

Oktaviani, A., & Yunieswati, W. (2023). Body Image, Perilaku Makan dan Faktor Lainnya dengan Status Gizi. 59–68.

Pitoy, F. F., Mandias, R. J., & Senduk, A. F. S. (2024). Perilaku Merokok dan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus. Nutrix Journal, 8(2), 171–178. https://doi.org/10.37771/nj.v8i2.1129

Qifti, F., Malini, H., & Yetti, H. (2020). Karakteristik Remaja SMA dengan Faktor Risiko Diabetes Melitus di Kota Padang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 560. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.950

Rachmayani, Si. A., Kuswari, M., & Melani, V. (2018). Hubungan Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di SMK Ciawi Bogor. Indonesian Journal of Human Nutrition, 5(2), 125–130. https://doi.org/10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.6

Sanjaya, L. R., & Setiawan, Y. (2024). Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe-II Pada Remaja. Citra Delima Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 8(1), 66–73. https://doi.org/10.33862/citradelima

Songgigilan, A. M. G., Rumengan, I., Kundre, R., Studi, P., Keperawatan, I., & Kedokteran, F. (2019). Hubungan Pola Makan dan Tingkat Pengetahuan dengan Kadar Asam Urat dalam Darah pada Penderita Gout Artritis di Puskesmas Ranotana Weru. Journal Keperawatan, 7(1), 1–8.

Susanti, S., & Difran, N. B. (2018). Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan Vokasional, 3(1), 29–34. http://journal.ugm.ac.id/jkesvo

Tambunan, N. A., & Nasution, M. R. (2021). Pengaruh Merokok terhadap Kadar Asam Urat pada Pria Dewasa yang Mengonsumsi Tuak di Kelurahan Sigulang-gulang Kecamatan Siantar Utara. Scripta Score Scientific Medical Journal, 2(2), 90–96. https://doi.org/10.32734/scripta.v2i2.3404

WHO. (2000). Obesity: Preventing and Managing The Global Epidemic. In World health Organization. https://doi.org/10.1007/BF00400469

Yuanta, Y., Laeli, H. U., & Firdaus, A. W. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik, Asupan Purin dan Status Gizi Terhadap Kadar Asam Urat Pasien Hiperurisemia. HARENA: Jurnal Gizi, 4(1), 2774–7654. https://doi.org/https://doi.org/10.25047/harena.v4i1.4580

Unduhan

Diterbitkan

07-04-2026

Cara Mengutip

Yunieswati, W., Widhi, A. S. ., Kushargina, R. ., & Nuraelah, A. . (2026). Analisis Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Remaja di Daerah Perkotaan: Studi di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta. PHARMADEMICA : Jurnal Kefarmasian Dan Gizi, 5(2), 233–244. https://doi.org/10.54445/pharmademica.v5i2.98

Terbitan

Bagian

Articles